Jumat, 29 Juni 2012

Apakah Fungsi Daun bagi Tumbuhan?

Apabila kamu memerhatikan pohon  beringin, pohon jati, pohon pisang, atau  pohon kelapa, maka akan tampak bagian  yang berwarna hijau. Bagian yang berwarna  hijau tersebut menempel pada batang, dan biasanya berbentuk tipis melebar. Bagian  tumbuhan itu disebut daun. Warna hijau  pada daun disebabkan adanya klorofil, yaitu zat hijau daun. Namun tidak semua  jenis daun berwarna hijau, misalnya pada  pohon kaktus daunnya berbentuk duri, kecil, dan tidak berwarna hijau.

Struktur daun
Bagian-bagian daun lengkap terdiri atas:

1. Tulang daun
2. Helai daun
3. Tangkai daun
4. Pelepah daun

Contoh daun yang memiliki bagian-bagian lengkap, antara lain daun pisang dan daun bambu. Di alam, kebanyakan tumbuhan memiliki daun yang tidak lengkap. Misalnya, ada daun yang hanya terdiri atas tangkai dan helai daun saja, contohnya daun mangga; ada pula daun yang hanya terdiri atas pelepah dan helai daun saja, contohnya daun padi dan jagung. Selain itu, daun juga memiliki urat. Urat daun adalah susunan pembuluh pengangkut pada daun. Tumbuhan monokotil memiliki urat daun yang memanjang dari pangkal ke ujung daun secara sejajar. Tumbuhan dikotil memiliki urat daun yang membentuk jaringan. Urat daun tersebut bercabang-cabang hingga menjadi percabangan kecil dan membentuk susunan seperti jaring atau jala.[1]

Tidak semua tumbuhan mempunyai pelepah daun. Hanya tumbuhan monokotil saja yang daunnya berpelepah. Contohnya rumput-rumputan dan pisang.Tangkai daun berfungsi untuk mendukung helaian daun. Tangkai ini  juga memudahkan helaian daun untuk memperoleh cahaya matahari, sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung dengan baik.

Helaian daun mempunyai peranan sangat penting. Di dalam helaian daun terkandung klorofil. Klorofil merupakan zat hijau daun. Klorofil berperan dalam pembuatan makanan. Proses pembuatan makanan oleh tumbuhan disebut fotosintesis.

Saat melakukan fotosintesis tumbuhan memerlukan energi cahaya misalnya cahaya matahari. Nah, untuk memudahkan penangkapan cahaya tersebut, daun mempunyai bentuk yang lebar dan tipis. Jadi, bentuk  daun ini berhubungan  dengan fungsi daun.[2]

Jenis daun
Berdasarkan bentuk tulangnya, jenis daun terdiri dari:
a.  Tulang daun menyirip

Tulang daun menyirip berbentuk seperti susunan sirip-sirip ikan.  Tulang daun menyirip dapat kita amati pada berbagai tumbuhan,  misalnya jambu, nangka, alpukat, dan mangga.
b.  Tulang daun menjari

Tulang daun menjari berbentuk seperti susunan jari-jari tangan.  Tumbuhan yang memiliki tulang daun menjari, misalnya singkong,  pepaya, dan jarak.
c.  Tulang daun melengkung

Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis lengkung.  Ujungnya terlihat menyatu, misalnya eceng gondok dan gadung.
d.  Tulang daun sejajar

Tulang daun sejajar berbentuk seperti garis-garis lurus yang sejajar. Tiap-tiap ujung tulang menyatu, misalnya pada rumput dan padi.[3]

Berdasarkan jumlah helai daun, daun dikelompokkan menjadi dua yaitu daun tunggal dan daun majemuk.
  • Daun tunggal adalah daun yang memiliki satu helai daun pada setiap tangkainya, contohnya daun mangga. 
 
  • Daun majemuk adalah daun yang memiliki beberapa helai daun pada setiap tangkainya, contohnya daun putri malu.[4]
 

Fungsi daun
Bagi tumbuhan, daun memiliki beberapa kegunaan. Misalnya, sebagai tempat pembuatan makanan, pernapasan, dan penguapan.

a. Pembuatan makanan. Daun berguna sebagai dapur tumbuhan. Tahukah kamu fungsi dapur? Di dalam daun terjadi proses pembuatan makanan (pemasakan makanan). Makanan ini digunakan tumbuhan untuk kelangsungan proses hidupnya dan jika lebih disimpan.

b. Pernapasan. Di permukaan daun terdapat mulut daun (stomata). Melalui stomata pertukaran gas terjadi. Daun mengambil karbondioksida dari udara dan melepas oksigen ke udara. Proses inilah yang menyebabkan kamu merasa nyaman saat berada di bawah pohon pada siang hari.

c. Penguapan. Tidak semua air yang diserap akar dipakai oleh tumbuhan. Kelebihan air ini jika tidak dibuang dapat menyebabkan tumbuhan menjadi busuk dan mati. Sebagian air yang tidak digunakan dibuang melalui mulut daun dalam bentuk uap air. Pada malam hari, kelebihan air dikeluarkan melalui sel-sel pucuk daun. Proses ini disebut gutasi.[5]

Manfaat daun bagi manusia
Bagi manusia, daun dapat digunakan sebagai bahan makanan, contohnya daun pepaya dan singkong; obat-obatan, contohnya daun jeruk dan jambu biji; rempah-rempah, contohnya daun salam jeruk. Pernahkah kamu diobati dengan menggunakan daun? Daun apakah yang dipakai?


[1]Budi Wahyono dan  Setya  Nurachmandani, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm. 35
[2]Choiril Zamiyawati, hlm. 34
[3]IkhwanS.D., Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, hlm. 25
[4]Heri Sulistyanto dan Edi Wiyono, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm. 32
[5]Budi Wahyono dan  Setya  Nurachmandani, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm 37

Struktur Batang Tumbuhan dan Fungsinya

Perhatikan pohon kelapa yang tumbuh tinggi menjulang! Perhatikan  juga pohon beringin yang rimbun berdiri kokoh. Apakah yang menyebabkan  tumbuhan bisa berdiri kokoh dan tumbuh menjulang? Organ batanglah yang menyebabkan tumbuhan bisa berdiri tegak sekaligus sebagai penopang. Batang merupakan bagian tumbuhan yang ada di atas tanah. Batang merupakan tempat keluarnya daun, bunga dan buah.

Jenis batang
Tumbuhan memiliki tiga jenis batang, yaitu batang basah, batang berkayu, dan batang rumput. Masing-masing jenis batang tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.  Batang basah mudah dipotong, batangnya tidak keras dan berair. Tumbuhan dengan batang basah umumnya pendek, tidak setinggi pohon kayu. Contohnya: pohon pisang, bayam, pacar air, kangkung.

b. Batang berkayu,  Batang berkayu umumnya keras pohonnya banyak yang tinggi dan besar, maka kayunya ada yang digunakan untuk membuat perabot,seperti lemari, meja bahkan untuk perahu. Batang berkayu memiliki kambium yang berfungsi mem- bentuk kayu dan kulit kayu. Contohnya, pohon jati, mangga, dan jambu.

c. Batang rumput, tumbuhan yang batangnya rumput mempunyai ruas-ruas yang nyata dan sering berongga pada batangnya. Contoh pada padi dan rumput-rumputan.[1]

Selain itu batang tumbuhan dapat pula dikelompokkan menjadi batang bercabang, lurus, dan berongga.

Fungsi batang
a. Penopang. Fungsi utama batang adalah menjaga agar tumbuhan tetap tegak dan menjadikan daun sedekat mungkin dengan sumber cahaya (khususnya matahari). Batang tumbuh makin tinggi atau makin panjang. Hal ini menyebabkan daun yang tumbuh pada batang makin mudah mendapatkan cahaya. Pengaruh cahaya pada tumbuhan akan kamu pelajari di kelas lima.
b. Pengangkut. Batang berguna sebagai pengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Selain itu, batang berperan penting dalam proses pengangkutan zat-zat makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
c. Penyimpan. Pada beberapa tumbuhan, batang berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan. Misalnya, batang pada tumbuhan sagu. Makanan cadangan disini juga bisa berwujud air, Misalnya, pada tumbuhan tebu dan kaktus. Makanan cadangan ini akan digunakan saat diperlukan.
d. Alat perkembangbiakan. Batang juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Hampir semua pertumbuhan vegetatif, baik secara alami maupun buatan, menggunakan batang.

Manfaat batang bagi manusia
Bagi manusia, batang tumbuhan yang membentuk kayu dapat dimanfaatkan, antara lain, untuk membuat perabot rumah tangga, contohnya batang pohon jati; untuk bahan makanan, contohnya sagu, asparagus; untuk bahan industri, contohnya tebu dan bambu.

Bagian-bagian batang.
Batang memiliki buku dan ruas, pada setiap buku melekat sehelai daun atau lebih. Adapun batang tumbuhan berkayu tersusun dari jaringan primer yaitu:


a. Kulit luar, memiliki dinding luar sel-sel yang menebal dan bermodifikasi menjadi rambut-rambut halus, duri, dan lentisel.
b. Kulit pertama, terletak di sebelah dalam epidermis tersusun dari jaringan parenkim dan jaringan penunjang. Jaringan penunjang terdiri dari jaringan kolenkim yang mempunyai penebalan dinding sel di sudut-sudutnya atau mengandung kloroplas.
c. Kulit dalam, merupakan batas antara korteks dan stele, biasanya disebut florterma,  mengandung amilum sehingga disebut juga sarung tepung.
d. Silinder pusat, yang tersusun dari jaringan parenkim yang mem-bentuk empulur batang. Terdapat lingkaran kambium dalam berkas pembuluh.  Di antara berkas pembuluh terdapat kelanjutan parenkim empulur yang tampak sebagai roda berjari-jari dan disebut jari-jari empulur.

Pada tumbuhan dikotil batang dapat mengalami perubahan menjadi jaringan primer antara lain bakal daun, tunas ketiak, epidermis korteks, ikatan pembuluh dan empulur.  Pertumbuhan xilem terus menerus tetapi karena adanya perubahan musim, maka terjadi pertumbuhan yang kecepatan dan ukuran sel-selnya berbeda sehingga terbentuk lingkaran tahun.  Batang monokotil berkembang menjadi bakal daun, bakal tunas ketiak, epidermis, ikatan pembuluh tersebar, di tengah lingkaran terdapat empulur yang mungkin hilang, kecuali pada buku-buku.[2]

[1]Poppy K. Devi dan Sri Anggraeni, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm. 38
[2]Heri Sulistyanto dan Edi Wiyono, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm. 29

Akar Tumbuhan dan Fungsinya

Pernahkah kamu memerhatikan tumbuhan yang baru dicabut dari tanah? Jika pernah, kamu akan melihat bahwa ada bagian tumbuhan yang berada di atas tanah dan ada bagian tumbuhan yang berada di bawah tanah. Bagian tumbuhan yang berada di dalam tanah disebut akar.

Jenis akar
1. Akar Serabut
Akar serabut berbentuk seperti serabut. Ukuran akar serabut relatif kecil, tumbuh di pangkal batang, dan besarnya hampir sama. Akar semacam ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil). Misalnya kelapa, rumput, padi, jagung, dan tumbuhan hasil mencangkok.

2. Akar Tunggang
Akar tunggang adalah akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar utama. Perbedaan antara akar utama dan akar cabang sangat nyata. Jenis akar ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil). Misalnya, kedelai, mangga, jeruk, dan melinjo.[1]

Fungsi akar
a. Menyerap air dan zat hara (mineral).
Tumbuhan memerlukan air dan zat hara untuk kelangsungan hidupnya. Untuk memperoleh kebutuhannya tersebut, tumbuhan menyerapnya dari dalam tanah dengan menggunakan akar. Oleh karena itu, sering dijumpai akar tumbuh memanjang menuju sumber yang banyak mengandung air.
b. Menunjang berdirinya tumbuhan.
Akar yang tertancap ke dalam tanah berfungsi seperti pondasi bangunan. Akar membuat tumbuhan dapat berdiri kokoh di atas tanah. Oleh karena itu, tumbuhan dapat bertahan dari terjangan angin kencang dan hujan deras.
c. Sebagai alat pernapasan.
Selain menyerap air dan zat hara, akar juga menyerap udara dari dalam tanah. Hal ini mungkin dilakukan karena pada tanah terdapat pori-pori. Melalui pori-pori tersebut akar tumbuhan memperoleh udara dari dalam tanah.
d. Sebagai penyimpan makanan cadangan.
Pada tumbuhan tertentu, seperti ubi dan bengkoang, akar digunakan sebagai tempat menyimpan makanan cadangan. Biasanya, akar pada tumbuhan tersebut akan membesar seiring banyaknya makanan cadangan yang tersimpan. Makanan cadangan ini digunakan saat menghadapi musim kemarau atau ketika kesulitan mencari sumber makanan.[2]

Bagian-bagian akar
• Inti Akar.
Inti akar terdiri atas pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Pembuluh kayu berfungsi mengangkut air dari akar ke daun. Pembuluh tapis berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.


• Rambut Akar.
Rambut akar atau bulu- bulu akar berbentuk serabut halus. Rambut akar terletak di dinding luar akar. Fungsi rambut akar adalah mencari jalan di antara butiran tanah. Hal inilah yang menyebabkan akar dapat menembus masuk ke dalam tanah. Selain itu, rambut akar juga berfungsi menyerap air dari dalam tanah.
• Tudung Akar.
Tudung akar terletak di ujung akar. Bagian ini melindungi akar saat menembus tanah.[3]

Manfaat akar bagi manusia
Manusia juga sering menggunakan akar tumbuhan untuk keperluan hidupnya. Misalnya, sebagai sumber makanan, contohnya ubi kayu, ubi jalar, dan wortel; sebagai bahan obat-obatan, contohnya jahe, kunyit, dan akar pepaya; sebagai parfum, contohnya akar bit; sebagai bumbu, contohnya jahe, kunyit, dan laos. Selain bermanfaat sebagai bahan pangan akar juga sangat bermanfaat bagi lingkungan, yaitu sebagai pencegah tanah longsor, banjir, dan menyimpan air di dalam tanah, sehingga air tetap tersedia saat kemarau tiba.

Akar khusus
Beberapa tumbuhan mempunyai akar khusus. Akar ini berbeda dengan akar tumbuhan lain pada umumnya. Contoh akar khusus adalah akar gantung, akar napas, akar pelekat dan akar penunjang.[4] Akar seperti ini disebut  akar semu.[5]
1. Akar Gantung

Contoh akar gantung adalah akar pohon beringin. Akar ini tumbuh dari bagian batang tumbuhan di atas tanah. Akartersebut menggantung di udara, tumbuh ke arah tanah. Akar ini disebut juga akar hawa. Akar ini berfungsi menghisap udara untuk pernapasan.
2. Akar Napas
Contoh akar napas adalah akar pohon kayu api. Akar napas tumbuh tegak lurus ke atas. Akar ini muncul ke permukaan tanah atau air. Akar napas ada yang dimiliki oleh tumbuhan air maupun darat. Akar napas merupakan cabang-cabang akar yang memiliki banyak celah. Celah ini sebagai jalan masuk udara untuk pernapasan.
3. Akar Pelekat
Contoh akar pelekat adalah akar pohon sirih. Akar pelekat tumbuh pada buku-buku batang. Akar jenis ini dimiliki oleh tumbuhan-tumbuhan yang merambat/memanjat.
4. Akar Tunjang

Contoh akar penunjang adalah akar pohon pandan dan bakau. Akar ini berguna untuk menunjang batang agar tidak rebah. Akar ini tumbuh dari bagian bawah akar ke segala arah.


[1]Budi Wahyono, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm. 31
[2] Budi Wahyono, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm. 31
[3]Budi Wahyono, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm. 30
[4]Choirulamin, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, hlm. 43
[5]Choiril Zamiyawati, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm. 31

Mengenal Simbiosis

Tuhan menciptakan makhluk hidup baik manusia, hewan, maupun tumbuhan untuk saling membutuhkan sehingga tercipta hubungan dan saling ketergantungan. Artinya, makhluk hidup yang satu dapat terus hidup jika masih ada makhluk hidup lainnya. Hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup disebut simbiosis. Simbiosis ada yang disebut simbiosis mutualisme, simbiois komensalisme dan simbiosis parasitisme.[1]  

Penjelasan dari ketiga jenis simbiosis tersebut adalah sebagai berikut:
1. Simbios Mutualisme
Hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup yang saling menguntungkan disebut simbiosis mutualisme. Contoh dari simbiosis mutualisme antara lain; Makanan lebah adalah madu yang berasal dari bunga sama seperti kupu-kupu. Pada saat mengisap madu tubuh lebah akan menyentuh bagian bunga yaitu putik dan benang sari. Akibatnya tepung sari dapat menempel pada kepala putik sehingga terjadi penyerbukan.
Pernahkah kamu melihat burung jalak hinggap di punggung kerbau? Hubungan kerbau dengan burung jalak memberi keuntungan bagi kedua belah pihak. Burung jalak suka hinggap di punggung kerbau untuk memakan kutu dan lalat yang ada di tubuh kerbau. Kerbau beruntung karena terbebas dari gangguan kutu dan lalat. Sedangkan burung jalak juga beruntung karena memperoleh makanan dengan mudah.

Hubungan yang terjalin antara bakteri dengan tumbuhan kacang-kacangan juga saling menguntungkan. Bakteri hidup pada akar tumbuhan kacang-kacangan. Bakteri tersebut membentuk bintil akar yang mampu mengikat nitrogen. Tanah yang banyak mengandung nitrogen akan menjadi subur. Kehidupan bersama itu saling menguntungkan. Bakteri mendapat makanan. Sedangkan tumbuhan kacang-kacangan mendapat nitrogen. Itulah sebabnya, secara berkala ladang ditanami kacang-kacangan. Para petani memanfaatkan simbiosis itu untuk menjaga kesuburan ladangnya.[2]

2. Simbiosis Komensalisme
Simbiosis komensalisme adalah hubungan yang mengntungkan satu pihak, sedangkan pihak yang lain tidak diuntungkan maupun dirugikan. Contohnya hubungan antara anggrek dengan pohon besar; dan hubungan antara ikan remora dengan ikan hiu. 

Anggrek liar sering tumbuh menempel pada batang pohon yang tinggi. Dengan cara tersebut, anggrek mendapat cahaya matahari yang cukup. Anggrek tidak mengambil makanan dari batang pohon. Anggrek dapat membuat makanan sendiri. Oleh karena itu, pohon yang ditempelinya tidak mendapat keuntungan dan juga tidak dirugikan.

Ikan remora suka menempel pada tubuh ikan hiu. Ikan remora mendapat perlindungan dan makanan dari sisa-sisa makanan hiu. Hiu tidak diuntungkan dan tidak pula dirugikan oleh ikan remora.

3. Simbiosis Parasitisme
Simbiosis parasitisme adalah hubungan yang hanya menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak yang lain dirugikan. Pihak yang diuntungkan disebut parasit. Sedangkan pihak yang dirugikan disebut inang. Contoh simbiosis parasitisme adalah benalu yang tumbuh di pohon inangnya dan kutu yang tumbuh di tubuh hewan maupun manusia. 

Hubungan antara benalu dengan pohon inangnya hanya menguntungkan benalu. Benalu menghisap makanan yang dibuat pohon inangnya. Benalu tumbuh subur. Sedangkan pohon inangnya terganggu pertumbuhannya, bahkan lama kelamaan bisa mati.

Semua hewan yang dihinggapi kutu selalu dirugikan. Semua hewan yang berambut dapat dihinggapi kutu. Contohnya anjing dan kucing. Hewan berbulu juga mudah dihinggapi kutu. Contohnya bebek, ayam dan burung. Kutu menghisap darah dari tubuh hewan. Kutu diuntungkan karena memperoleh makanan. Sedangkan hewan yang dihinggapinya dirugikan karena kulitnya menjadi gatal dan pertumbuhannya menjadi tidak sehat.

[1]Poppy K. Devi dan Sri Anggraeni, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm 70
[2]Choirulamin dan Amin Priyono, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, hlm. 82

Ayo, Memahami Rantai Makanan!

Makhluk hidup tidak dapat hidup sendiri. Mereka saling tergantung satu sama lain, terutama dalam hal makanan. Contohnya biji padi dimakan tikus, tikus dimakan ular, dan ular dimakan elang. Jika elang mati, bangkai elang diuraikan oleh bakteri. Bangkai yang terurai oleh bakteri menjadi zat-zat yang menyuburkan tanah. Tanah yang subur menjadikan padi tumbuh subur. Perjalanan makan dan dimakan itu disebut rantai makanan.[1]

Pada rantai makanan tersebut padi merupakan bagian dari tumbuhan yang dapat memasak makanan sendiri sehingga disebut produsen. Hewan pemakan tumbuhan disebut  konsumen pertama, sedangkan hewan pemakan konsumen pertama disebut konsumen kedua. Jika ada lagi pemakan hewan konsumen kedua maka disebut konsumen ketiga. Di alam banyak sekali rantai makanan, manusia juga merupakan bagian dari rantai makanan, yaitu sebagai konsumen.[2]

Suatu ekosistem biasanya memiliki hingga konsumen tingkat IV atau disebut konsumen puncak. Konsumen puncak  adalah hewan yang tidak dapat dimakan lagi oleh hewan lainnya. Pada contoh di atas yang menjadi konsumen puncak adalah elang. Pada semua ekosistem pasti terdapat rantai makanan. Rantai makanannya bisa panjang dan bisa juga pendek. Contoh rantai makanan pendek yaitu pisang dimakan kelelawar kemudian kelelawar mati diuraikan oleh bakteri. Contoh rantai makanan panjang yaitu daun pohon mangga dimakan ulat, ulat dimakan burung, burung dimakan kucing, selanjutnya kucing mati diuraikan oleh bakteri.[3]

Pada ekosistem laut juga terbentuk beberapa rantai makanan. Berbagai tumbuhan tumbuh di laut. Makhluk hidup terkecil di laut disebut plankton (baca plangton). Plankton ada dua, yaitu plankton tumbuhan (fitoplankton) dan plankton hewan (zooplankton). Plankton tumbuhan dimakan oleh plankton hewan. Plankton hewan dimakan oleh ikan kecil. Ikan kecil dimakan oleh ikan besar. Ikan besar mati dan diuraikan oleh bakteri.[4]

Urutan peristiwa makan dan dimakan di atas dapat berjalan seimbang dan lancar bila seluruh komponen tersebut ada. Bila salah satu komponen tidak ada, maka terjadi ketimpangan dalam urutan makan dan dimakan tersebut. Agar rantai makanan dapat terus berjalan, maka jumlah produsen harus lebih banyak daripada jumlah konsumen kesatu, konsumen kesatu lebih banyak daripada konsumen kedua, dan begitulah seterusnya.

Ada satu lagi komponen yang berperan besar dalam rantai makanan, yaitu pengurai Pengurai adalah makhluk hidup yang menguraikan kembali zat-zat yang semula terdapat dalam tubuh hewan dan tumbuhan yang telah mati. Hasil kerja pengurai dapat membantu proses penyuburan tanah. Contoh pengurai adalah bakteri dan jamur.[5]

Jaring-Jaring Makanan
Dalam kehidupan sehari-hari, peristiwa makan dan dimakan tidak sesederhana seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Rumput sebagai produsen tidak hanya dimakan oleh belalang saja, tetapi juga dimakan oleh burung dan hewan lainnya. Ular tidak hanya memakan katak saja tetapi juga memakan tikus, ayam, dan hewan lainnya. 

Sekumpulan rantai makanan ini saling berhubungan satu dan yang lainnya memben tuk jaring-jaring makanan. Contoh jaring-jaring makanan dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Pada jaring-jaring makanan tersebut terdapat beberapa rantai makanan di antaranya adalah sebagai berikut.
1. padi  →  tikus  →  elang  →  pengurai
2. padi  →  tikus  →  musang  →  elang  →  pengurai
3. padi  →  burung  →  musang  →  elang  →  pengurai
4. padi  →  burung  →  elang  →  pengurai[6]

[1]Choirulamin dan Amin Priyono, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, hlm. 86
[2]Poppy K.Devy, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, hlm. 72
[3]Choirulamin dan Amin Priyono, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009
[4]Choirulamin dan Amin Priyono, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, hlm. 87
[5]Budi Wahyono dan  Setya  Nurachmandani, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm. 62
[6]Heri Sulistyanto dan Edi Wiyono, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm. 64

Penggolongan Hewan Berdasarkan Makanan

Pernahkah kamu pergi ke kebun binatang? Di  sana terdapat berbagai jenis hewan. Mulai yang  bertubuh kecil hingga yang bertubuh besar. Ternyata, hewan-hewan tersebut setiap hari  diberi makanan oleh penjaga kebun binatang.  

Makanan hewan-hewan tersebut ada yang  berasal dari tumbuhan dan ada yang berasal dari  hewan. Makanan yang berasal dari tumbuhan, di  antaranya rumput, buah-buahan dan biji-bijian. Adapun, makanan yang berasal dari hewan, di  antaranya daging. 

Berdasarkan jenis makanannya tersebut, hewan-hewan dapat dikelompokkan ke dalam  beberapa golongan. Penggolongan tersebut,  antara lain,  herbivor (pemakan tumbuhan),  karnivor (pemakan daging), dan omnivor (pemakan tumbuhan dan daging).[1]

1. Herbivora
Hewan pemakan tumbuhan disebut  herbivora. Hewan herbivora ada yang berukuran besar. Ada juga hewan herbivora yang berukuran kecil. Herbivora yang tubuhnya besar contohnya gajah, sapi, dan kuda. Adapun contoh herbivora yang tubuhnya kecil adalah ulat, kupu-kupu, dan belalang. Hewan yang termasuk dalam jenis herbivora antara lain adalah:
a.  Bangsa burung, misalnya burung nuri, kakatua, burung beo, merpati,  betet, dan sebagainya.
b.  Bangsa mamalia (hewan menyusui),  misalnya kuda, sapi, kerbau, kambing,  kelinci, kijang, dan sebagainya. 

Pada umumnya mamalia (hewan yang menyusui anaknya) tergolong hewan herbivora. Misalnya kambing, sapi, dan kerbau. Kita dapat mengenali hewan mamalia pemakan tumbuhan dari susunan giginya. Gigi-gigi hewan herbivora berciri-ciri sebagai berikut.
1. Tidak memiliki gigi taring.
2. Memiliki gigi seri yang tajam. Gigi seri yang tajam ini berfungsi untuk memotong makanan. Pada umumnya gigi seri hanya terdapat pada rahang bawah.
3. Memiliki gigi geraham yang permukaannya bergelombang. Gigi ini berfungsi untuk mengunyah makanan hingga lumat dan lembut. Hewan mamalia yang tergolong herbivora biasanya menelan makanannya sampai lembut.[2]
c.  Bangsa serangga misalnya walang  sangit, belalang, capung, kutu daun, dan sebagainya.
Hewan mamalia yang makan tumbuhan memiliki gigi seri tajam, tidak bertaring, dan gigi gerahamnya bergelombang.
Paruh burung pemakan biji mempunyai ujung yang runcing tetapi tidak terlalu panjang. Sedangkan burung pemakan madu mempunyai paruh yang  sangat panjang untuk menembus bunga dan mengisap madu. Hewan  herbivora yang memakan buah-buahan disebut frutivora.[3]

2. Hewan Pemakan Daging (Karnivora)
Karnivora adalah hewan yang makanannya adalah dari hewan lain. Hewan pemangsa hewan lain disebut dengan predator. Oleh karena itu, karnivora sering disebut predator. Contoh hewan karnivora adalah kucing, harimau, serigala, dan buaya. Burung elang juga termasuk karnivora.[4]
Berbagai macam hewan karnivora dapat dikelompokkan sebagai berikut.
a. Karnivora berkaki empat
Kucing, singa, dan anjing merupakan contoh karnivora berkaki empat. Hewan ini memiliki kuku yang kokoh dan tajam. Kuku tersebut berfungsi untuk mencengkram mangsanya. Pada umumnya, karnivora memiliki gigi taring yang tajam. Gigi tersebut berfungsi untuk merobek dan mengunyah daging.
Karnivora berkaki empat merupakan jenis mamalia. Hewan dalam jenis ini memiliki gigi taring yang tajam. Fungsi gigi taring ini untuk melumpuhkan, dan merobek daging mangsanya. Adapun permukaan gigi gerahamnya bergaris-garis tajam. Bentuk geraham seperti itu berguna untuk mengunyah makanannya. Contoh mamalia yang tergolong karnivora adalah kucing, harimau, dan singa.
b. Karnivora yang merupakan kelompok unggas
Beberapa jenis burung juga termasuk karnivora. Contohnya burung elang dan burung hantu. Burung pemangsa biasanya berparuh kuat, runcing, dan ujung paruh bagian atas melengkung ke bawah. Burung pemangsa juga memiliki cakar yang runcing.
Meskipun sama-sama pemakan daging akan tetapi masing-masing burung ini memiliki paruh yang berbeda-beda sesuai dengan mangsanya. Misalnya, burung bangau yang makanannya ikan dan katak. Paruh burung bangau berbentuk besar, panjang, dan runcing serta berongga pada bagian bawah untuk menjaring makanannya yang berupa ikan. Hal ini memudahkan burung bangau untuk menangkap mangsanya.
c. Karnivora pemakan serangga
Contoh hewan karnivora pemakan serangga adalah laba-laba. Laba-laba merupakan jenis serangga yang memakan serangga lainnya. Hewan karnivora yang hanya memakan serangga disebut insektivora.
d. Karnivora pemakan herbivora
Contoh karnivora pemakan herbivora adalah harimau yang memakan rusa.
e. Karnivora pemakan ikan
Ikan hiu dan anjing laut adalah contoh karnivora pemakan ikan.

Ciri-ciri hewan karnivora
a. Hewan ini memiliki taring yang berguna untuk merobek daging hewan yang dimangsanya.
b. Kakinya memiliki cakar yang berguna untuk mencengkram mangsanya.
c. Mempunyai indra penglihat, penc[5]ium, dan pendengar yangbaik.
d. Memiliki racun (bisa) dan gigi taring yang kuat seperti ular.
e. Mempunyai gigi taring dan gigi geraham yang tajam. Gigi taring yang besar. Gigi gerahamnya pun tajam yang berguna untuk mengunyah daging dan tulang.
f. Jenis burung yang termasuk karnivora seperti burung elang dan burung hantu mempunyai cakar juga kuku yang tajam dan kuat.

3. Omnivora
Hewan pemakan segala disebut omnivora. Omnivora memakan umbuhan maupun hewan lain. Hewan yang termasuk kelompok ini adalah ayam, bebek, beruang, gorila, monyet, orang utan, dan lain-lain.
Susunan gigi hewan omnivor terdiri atas gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham. Ketiga jenis gigi tersebut berkembang dengan baik karena disesuaikan dengan jenis makanannya. Gigi seri digunakan untuk memotong.  Jika memakan daging hewan lain, maka gigi yang banyak digunakan adalah gigi taring, yaitu untuk mengerat. Jika memakan sayuran, maka gigi yang digunakan adalah gigi geraham, yaitu untukmelumat.  Akan tetapi, ketiga jenis gigi tersebut berfungsi dengan baik saat makanan berada di dalam mulut. Berikut ini merupakan hewan yang termasuk dalam jenis omnivora.

Beruang selain makan ikan juga memakan buah-buahan dan madu. Ayam dan bebek sangat suka terhadap biji-bijian. Namun, keduanya juga sering makan cacing atau serangga kecil lainnya. Tikus seperti musang, ikan  dan buah-buahan merupakan makanan kesukaannya. Pernahkah kamu kehilangan lauk karena dimakan tikus?

Bangsa burung juga ada yang termasuk hewan karnivor. Misalnya, burung kutilang, burung jalak, dan burung cucakrawa. Pernahkah kamu melihatnya? Bagaimana bentuk paruh burung-burung tersebut? Bentuk paruhnya  panjang, kecil, dan runcing. Bentuk paruh seperti itu sangat sesuai untuk mengambil makanan berupa tumbuhan serta hewan-hewan kecil yang berada di daun ataupun di dalam batang pohon.

[1]Rositawaty dan Aris Muharam, Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 2008, hlm. 40
[2]Choirulamin dan Amin Priyono, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, hlm. 55
[3]IkhwanS.D., Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, hlm. 39
[4]Sularmi, M.D. Wijayanti, Sains Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas 4 SD/MI, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, hlm. 44
[5]Heri Sulistyanto dan Edi Wiyono, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm. 44

Bagaimana Cara Menyayangi Hewan?

Apakah kamu memelihara hewan di rumah? Memelihara hewan banyak manfaatnya. Dengan memelihara hewan berarti kamu telah berlatih tanggung jawab dan menyayangi sesama makhluk ciptaan Tuhan. Hal ini tentu banyak pahalanya. Bagaimana cara memelihara hewan yang benar?

1. Membuat Kandang Hewan
Hewan memerlukan tempat tinggal. Akan tetapi ada juga hewan yang tidak memerlukan kandang khusus, misalnya kucing. Meskipun demikian, kucing akan merasa nyaman jika dibuatkan tempat tidur khusus. Tempat tidur kucing dapat dibuat dari kardus yang diisi kain bekas. Jika kamu memelihara ayam, akan lebih baik jika dibuatkan kandang. Hal ini bertujuan agar kotorannya tidak bertebaran di sembarang tempat.
Beberapa hewan tertentu seperti ikan dan kura-kura perlu tempat tinggal khusus. Kamu dapat memelihara ikan dan kura-kura di kolam atau akuarium. Kolam atau akuarium perlu dibersihkan dengan rutin. Kamu harus selalu memperhatikan kebersihan kandang hewan peliharaanmu. Ini untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan hewan. Selain itu juga untuk mencegah timbulnya penyakit yang dapat menular ke manusia.


2. Memberi Makanan yang Sesuai
Hewan juga membutuhkan makanan. Kamu harus tahu makanan yang sesuai bagi hewan itu. Contohnya kelinci dan kambing memakan daun-daunan. Kucing dan anjing memakan daging. Ayam dapat memakan berbagai jenis makanan. Adapun burung memakan biji-bijian atau buah-buahan.


3. Menjaga Kebersihan Tubuh Hewan
Kutu dan penyakit hewan dapat berpindah ke tubuh manusia. Oleh karena itu, kamu harus rajin membersihkan tubuh hewan peliharaanmu. Hewan yang berambut dan berbulu mudah sekali dihinggapi kutu. Hewan piaraan memberi kita kesenangan dan rasa sayang. Sebaliknya, ia butuh makanan, perlindungan dan perawatan dari kita. Hewan piaraan jinak dan dipelihara karena bersahabat atau menarik. Sekitar 11.000 tahun yang lalu manusia purba menjinakkan hewan untuk mendapatkan susu dan daging. Orang mesir kuno menjinakkan kucing bahkan singa untuk dijadikan teman. Saat ini hewan dipelihara dengan berbagai macam tujuan. Beberapa hewan dipelihara untuk diambil telurnya. Contoh ayam dan bebek. Ada pula hewan yang dipelihara untuk diambil dagingnya. Contoh sapi,   kambing, ayam, dan ikan. Selain itu, ada juga hewan yang dipelihara untuk diambil susunya. Contohnya sapi. Hewan-hewan di atas disebut hewan ternak. Adapun tempat pemeliharaan hewan ternak dalam jumlah besar disebut peternakan. Sedangkan tempat untuk memelihara ikan disebut perikanan.

4. Menjaga kesehatan hewan piaraan
Sebagaimana manusia, hewan pun bisa terjangkit penyakit. Penyakit yang menjakit hewan di antaranya adalah flu burung. Jenis hewan yang berpotensi terjangkit flu burung adalah hewan unggas seperti itik, burung dan sebagainya. Untuk menghindari penyakit ini hewan piaraan kita sebaiknya diberi vaksin untuk menambah kekebalan tubuhnya.


5. Tidak menyakiti hewan piaraan
Pernahkah kamu melihat sabung ayam? Bagaimana perasaanmu jika melihatnya? Sabung ayam termasuk perbuatan yang menyaiti hewan. Selain ayam, hewan yang sering diadu biasanya adalah kambing, jangkrik maupun ikan cupang. Jika kita punya hewan peliharaan sebaiknya kita menghindari perbuatan tersebut.
Apakah kamu suka bermain bulu tangkis? Apakah kamu pernah melihatnya? Permainan bulu tangkis menggunakan shuttle cock. Shuttle cock terbuat dari bulu itik. Di daerah pedesaan sering ada para tengkulak berkeliling desa yang akan membeli bulu itik. Itik-itik tersebut ditangkap kemudian dijabuti bulu sayapnya. Itik-itik itupun berontak karena kesakitan. Perilaku seperti ini sebaiknya kita hindari sebab tidak mencerminkan perilaku menyayangi hewan.

Jenis-Jenis Makanan Hewan

Hewan membutuhkan makanan sebagai sumber energi. Hewan memiliki jenis makanan tertentu. Hewan tidak bisa memakan semua jenis makanan. Hal ini karena bagian tubuhnya sudah disesuaikan dengan jenis makanannya. Jenis-jenis makanan hewan dikelompokkan menjadi dua, yaitu berupa tumbuh-tumbuhan dan berupa hewan lain.

1. Makanan Berupa Tumbuhan
Tumbuhan merupakan sumber makanan yang banyak dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Hampir semua bagian tumbuhan dapat dimakan oleh hewan. Dari daun, batang, buah, bunga, biji, sampai akarnya pun bisa dijadikan sumber makanan.[1]

a. Daun
Bagian tumbuhan yang paling umum dijadikan makanan hewan adalah daun. Pernahkah kamu melihat ulat? Mungkin ada diantara kamu yang jijik melihat ulat. Ulat banyak terdapat di daun-daun tumbuhan. Apakah makanan ulat? Ya, ulat memakan daun-daun tumbuhan tempat dia berada. Selain ulat, masih banyak hewan lain yang makanan utamanya adalah daun. Misalnya, kambing, zarafah, kijang, zebra, dan kelinci. Dapatkah kamu menyebutkan contoh yang lain?


b. Batang
Di desa, banyak petani yang memelihara sapi atau kerbau. Selain bisa diambil tenaganya, hewan tersebut juga bisa dijadikan penghasilan tambahan bagi para petani. Apakah makanan sapi? Salah satu jenis makanan sapi adalah batang tumbuhan padi dan jagung. Tumbuhan lain yang biasa dimakan batangnya adalah pohon bambu. Panda sangat menyukai batang bambu muda. Dari negara manakah panda berasal? Coba sebutkan hewan lain yang juga memakan batang tumbuh-tumbuhan!

c. Buah
Apakah kamu suka memakan buah-buahan? Buah apa yang paling kamu sukai? Selain kamu, banyak binatang yang makanan utamanya adalah buah. Binatang apa sajakah itu? Kamu mungkin pernah mengigit ulat yang terdapat di dalam buah yang sedang kamu makan. Mengapa ulat berada di dalam buah? Ya, ada beberapa jenis ulat yang makanan utamanya adalah buah. Jenis ulat ini biasanya dianggap hama bagi para petani buah karena merugikan.


d. Biji
Biji merupakan bagian tumbuhan yang disukai oleh berbagai jenis hewan, terutama jenis burung. Biji padi dan jagung merupakan makanan lezat bagi burung pipit. Biji kenari banyak diincar tupai.

e. Bunga
Lebah dan kupu-kupu mengambil makanan dari bunga, yaitu berupa madu bunga.


2. Makanan Berupa Hewan
Hewan-hewan kecil banyak yang menjadi mangsa bagi hewan yang lebih besar. Pernahkah kamu memerhatikan cecak di dinding rumahmu? Apa makanan cecak? Ya, makanan cecak adalah serangga kecil seperti nyamuk.demikian juga tokek, ia adalah pemakan serangga.

Hewan yang bertubuh besar juga dapat menjadi makanan hewan lain. Tikus menjadi mangsa kucing. Kelinci menjadi makanan elang. Bahkan di hutan,  hewan besar seperti jerapah, kijang, dan kerbau dijadikan mangsa oleh harimau dan singa. Pernahkah kamu melihat ular yang makan kijang atau kambing? jenis ular apakah itu?

Hewan kecil pun ada yang memangsa hewan yang lebih besar, yaitu dengan cara menghisap darahnya. Hewan tersebut adalah nyamuk. Pernahkah kamu digigit nyamuk? Selain menggigit kita nyamuk juga menggigit sapi, kerbau, dan hewan lain yang berdarah.

Contoh hewan dan jenis makanannya yang berbeda-beda.
Berikut ini adalah hewan-hewan yang ada di sekitar kita. Apa saja ya makanannya?
1. Ikan
Ikan sangat beragam jenisnya. Tidak semua ikan memiliki jenis makanan yang sama. Ikan hias yang biasa dipelihara, memakan cacing- cacing kecil. Ada juga ikan yang menyukai tumbuhan, misalnya ikan mas. Ada pula ikan yang memakan ikan-ikan kecil, seperti ikan arwana.

2. Katak
Di manakah kita biasa menemukan katak? Katak biasanya banyak ditemukan di kolam atau di sawah. Makanan katak adalah serangga, misalnya nyamuk, lalat, dan belalang. Katak juga memakan cacing dan laba-laba. Katak menangkap mangsa menggunakan lidahnya.

3. Cicak
Cecak sering kita jumpai di rumah. Cecak bergerak merayap di dinding dan atap rumah. Keberadaan cecak di rumah menguntungkan kita karena cecak memakan nyamuk. Nyamuk adalah musuh manusia, karena nyamuk mengisap darah manusia. Dengan adanya cecak, jumlah nyamuk di rumah kita dapat berkurang. Kita tidak perlu repot lagi untuk membasmi nyamuk. Selain nyamuk, cecak juga suka memakan lalat.

4. Burung
Jenis burung beraneka ragam. Ada burung kakatua, elang, merpati, nuri, dan lain- lain. Masing-masing burung memiliki jenis makanan yang berbeda-beda. Burung kakatua memakan biji-bijian dan buah-buahan. Burung elang memakan ular dan ikan. Burung merpati memakan biji-bijian.
Perbedaan jenis makanan burung dapat dilihat dari bentuk paruhnya. Bentuk paruh kakatua berbeda dengan paruh burung elang. Paruh burung elang runcing dan melengkung. Paruh burung elang kuat dan tajam sehingga mampu membunuh ular. Paruh burung kakatua dan merpati tidak sekuat burung elang. Bentuk paruhnya disesuaikan untuk mematuk buah-buahan dan biji-bijian.

5. Sapi
Sapi merupakan hewan yang bermanfaat bagi manusia. Sapi merupakan sumber makanan bagi manusia dan hewan lainnya. Tahukah kamu apa makanan sapi? Benar, makanan sapi adalah rumput. Dapatkah kamu menyebutkan hewan lain yang juga memakan rumput?

6. Kucing
Kucing merupakan hewan yang dipelihara di rumah. Tahukah kamu apa makanan kucing? Kucing suka sekali memakan ikan. Selain ikan, kucing juga suka memakan daging hewan lain seperti tikus. Tikus adalah salah satu makanan kesukaan kucing.[2]
Kucing memiliki gigi taring yang kuat dan tajam. Taring itu berguna untuk menerkam dan mengoyak daging mangsanya. Hewan apa lagi yang memakan daging hewan lain?

[1]Budi Wahyono dan  Setya  Nurachmandani, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hlm. 44
[2]Aprilia Dan Afifatul Achyar, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, hlm. 68
 
 
Copyright © 2013 KELAS 4 - All Rights Reserved
Design By Luhur Fatah - Powered By Blogger