Menulis Surat Menggunakan Ejaan yang Benar

Label: ,

Apakah kamu punya saudara atau teman yang rumahnya jauh dari tempatmu? Pernahkah kamu menulis surat untuknya?
Surat adalah alat komunikasi jarak jauh.  Ada surat resmi dan surat tidak resmi. Pada pelajaran ini kamu akan belajar menulis surat pribadi (tidak resmi). Kamu akan menulis surat untuk sahabatmu. Agar kamu bisa menulis surat, ayo, pelajari dalam materi berikut.
1. Pengertian Surat
Surat adalah kertas yang bertuliskan suatu maksud. Surat biasanya berisi sesuatu yang bersifat rahasia. Surat dimasukkan pada amplop yang tertutup, kemudian dikirim dengan menggunakan jasa pos. Namun dengan adanya perkembangan teknologi, jasa pos semakin jarang digunakan orang. Mereka lebih memilih SMS untuk mengirimkan kabar berita. Kalau mau mengirim surat yang panjang bisa pula digunakan email, singkatan dari electronic mail atau dalam bahasa Indonesianya disebut surat elektonik. Kelebihan email dan SMS jika dibandingkan jasa pos adalah kecepatan waktunya dan kemurahan biayanya. Kalau jasa pos mengirimkan surat paling cepat 1 hari ke luar kota, surat elektronik atau SMS hanya butuh waktu beberapa detik untuk mengirim pesan ke luar negeri.
2. Menulis Surat Pribadi
Coba kamu perhatikan cerita berikut ini. Andi adalah teman Bagus waktu di desa. Mereka berteman akrab sejak kecil. Usia Andi hanya terpaut dua hari lebih tua dari Bagus. Waktu di desa, mereka sering bermain bersama membuat layangan dari bilah bambu dan kertas. Namun, pada saat kelas 2 SD, keluarga Bagus pindah ke kota. Mereka sudah 2 tahun berpisah. Bagus merasa rindu dengan suasana desa. Bagus ingin mengetahui kabar Andi. Lalu, Bagus mengirim surat kepadanya. Isi suratnya adalah sebagai berikut.
Pringapus, 28 Januari 2008
Kepada
Sahabatku Wiku Sandi N. (Andi)
Ds. Wireng RT 10, RW 3
Sumber Makmur, Watu Ireng

Salam Kangen,
Hallo Andi, bagaimana kabarmu? Semoga selalu diberikan kesehatan dan keselamatan kepadamu dan keluargamu. Aku di Jakarta juga baik-baik saja.
Andi, bagaimana kabar di desa? Aman-aman saja, kan! Kamu masih sering mencari bilah bambu dan kertas untuk membuat layang-layang? Masih ingatkah kamu waktu kita bermain bersama di lapangan? Kita bermain layang-layang! Kita sering adu layangan di atas awan. Permainan itu sangat seru, aku pasti kalah kalau sudah main adu layangan. Wah, kamu memang tak terkalahkan.
Bagaimana sekarang? Siapa lawanmu? Apakah kamu juga mengalahkannya? Aku tahu! Pasti kamu mengalahkannya! Aku ingin belajar lagi darimu agar aku dapat mengalahkanmu adu layangan di awan.
Aku jadi kangen ingin pulang ke desa bertemu denganmu dan bermain layang-layang lagi. Baiklah, besok kalau ada libur panjang aku akan meminta ayah untuk liburan ke desa.
Cukup dulu, ya! Salam untuk keluarga di desa, ya! Bagus selalu berdoa semoga semua dalam keadaan sehat dan bahagia. Amin. Jangan lupa balas suratku, ya! Aku tunggu.
Sahabatmu
Bagus A.P.
Bagian-bagian surat pribadi:
Surat di atas terdiri atas beberapa bagian, antara lain:
a. Tempat dan tanggal penulisan surat
Seperti pada contoh di atas, Bagus menulis surat di Jakarta pada tanggal 28 Januari 2008. Ini ditulis pada awal sebuah surat, ditulis di bagian pojok kanan atas.
b. Alamat penerima surat
Ditulis nama dan alamat orang yang akan kamu kirimi surat.
c. Salam pembuka surat
Huruf pertama pada kata pertama ditulis dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda koma. Salam pembuka selalu ditulis di sebelah kiri.
Contoh : a. Dengan hormat,
b. Kalimat pembuka surat
contoh: Salam kangen, apa kabar, dan sebagainya.
d. Isi surat
Isi merupakan inti dari surat, hal-hal yang akan disampaikan. Maksud dari isi diceritakan pada paragraf-paragraf. Paragraf terbagi menjadi paragraf pembuka, paragraf isi, dan paragraf penutup. Surat pribadi isinya tentang persoalan seseorang, biasanya tentang cita-cita, pengalaman, dan sebagainya.
e. Kalimat penutup
Contoh kalimat penutup adalah: cukup sekian, mohon maaf, sampai ketemu, dan sebagainya.
f. Salam penutup
Dapat ditulis di sebelah kiri atau sebelah kanan. Seperti salam pembuka, salam penutup juga ditulis dengan huruf kapital pada awal kata dan diikuti tanda koma.
Contoh : a. Wassalam,
g. Hormat kami,
h. Tanda tangan
Terletak sejajar dengan salam penutup.
i. Nama pengirim surat[1]
Nama pengirim terletak sejajar dengan salam penutup. Penulisannya diawali dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda baca.
Surat yang telah selesai dibuat, dilipat dan dimasukkan ke dalam amplop. Di bagian depan amplop pada sudut kanan atas di tempat perangko. Lalu di bawahnya ditulis alamat yang dikirim. Di bagian belakang amplop ditulis alamat pengirimnya.
Jangan lupa, dalam menulis surat harus memperhatikan penggunaan huruf besar, tanda koma, dan tanda titik.
1. Pemakaian huruf besar atau kapital
a.  Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf  pertama kata pada awal kalimat.
 Contohnya: Hai, apa kabar?
b.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama.
 Contohnya: Ani, Sukmasari dan Nana.
2. Pemakaian tanda titik
Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan  atau seruan.
 Contohnya: Ayahku tinggal di Semarang.
3.  Pemakaian tanda koma
Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Contohnya: Saya membeli kertas, pena, dan tinta.[2]



[1]Umri Nur’aini dan Indriyani, Bahasa Indonesia 6, Jakarta: Pusat Perbukuan DepartemenPendidikan Nasional, 2008, hlm. 23
[2]Yeti Nurhayati, Aku Bisa Bahasa Indonesia 4, Jakarta: Pusat Perbukuan DepartemenPendidikan Nasional, 2009 hlm. 56

Artikel Terkait:

2 komentar:

  1. Beli Barang Anda mengatakan...:

    Kunjungi dan follow blog Ane Sob.,. )

Poskan Komentar